Sinopsis Belahan Jiwa Kahraman, Sinopsis Antara Nur dan Dia, Sinopsis Uttaran, Sinopsis Baalveer, Sinopsis Asokah, Sinopsis Anak Jalanan, Sinopsis Gangaa

Sinopsis Uttaran Episode 186 (ANTV)

Diposting oleh On Selasa, Maret 22, 2016

Sinopsis Uttaran Episode 186 Kamis 24 Maret 2016 - Tapasya ditembak oleh tej & semua orang melihat terhadap tapasya, sementara  Divya berteriak Tapasya! Rathore serta Tappu share sekilas serta rekaman itu jatuh dari tangannya. Semua orang terkejut. Rathore mengatakan ada serta berlangsung untuk memeluk tapasya. Semua datang terhadap kepada tapasya serta Icha yang berdiri dibelakang tapasya sangatlah terkejut melihat tapasya.  serta kembali terhadap permasalahan terror tej. Semua merasa putus keinginan serta menangis untuk memperoleh bantuan, sementara Mai serta Surabhi juga merasa shock melihat Tapasya. Tej yang berdiri melihat tapasya, serta ketika itu polisi masuk serta meringkus tej. Sebuah musik kecewa diputar di latar belakang.

Rathore mengatakan Tapasya ... tapasya mencoba untuk mengatakan sesuatu tapi tidak mampu sebab sakit. Polisi memborgol Tej. Tej mengatakan ... anda sangat bahagia melihat diriku semacam ini. Tej Singh tidak takut terhadap polisi alias penjara ... aku dilahirkan semacam kalajengking. yang mempunyai begitu tidak sedikit racun dalam diriku.

Rathore memegang tangan Tapasya sementara Iccha menangis.
Tej memperingatkan ... Veer Singh Bundela ... Aku akan datang kembali. Akan menggigit anda semua pasti, ketika aku akan kembali. Jangan lupa. Rathore melihat tej serta berlangsung untuk mengalahkan tej dengan hitam serta biru. Polisi menahannya serta mengatakan kepadanya untuk tidak main hakim sendiri. Tej diambil oleh polisi. tej berteriak ... .kalian semua jangan lupa, aku akan datang kembali.

Rathore melihat kembali terhadap Tapasya dengan rasa sakit sementara Jogi & Divya menjemputnya untuk membawanya ke rumah sakit. Veer menghubungi rumah sakit untuk ambulans (akhirnya!).

Adegan bergeser ke Aatishgarh dimana maiyya serta adiknya sedang meminum teh sambil Kajri melayani Meethi sarapan. Maiyya membahas efek poha serta sangat baik untuk kesehatan. maiyya mengatakan ... di usia mu, aku juga terbiasa untuk merasa lapar semacam mu. Kemudian kehidupannya berkembang menjadi kurang baik serta setiap sukacita sedikit meninggalkan aku. Meethi merasa kecewa mendengarnya. Maiyya melihat Meethi serta maiyya menukar dengan batu kecil. Massi bertukar pandang dengan maiyya serta massi memperlihatkan sesuatu padanya (bahwa itu rencananya).

meethi meludah dalam mangkuk serta ketika itu maiyya serta massi menanyakan alasannya, meethi mengatakan terhadap mereka mengenai faktor itu. Maiyya dengan ringan menegur Kajri. kajri mengatakan Meethi bahwa itu akan datang dengan kesalahan serta bertanya padanya apakah giginya baik-baik saja. Meethi mengangguk ya serta berangkat untuk mengambil gigitan berikutnya ketika giginya merasa sakit sedangkan kedua saudaranya melihat dengan gembira.

Maiyya bertanya ... apa yang terjadi? Lagi? Dan maiyya menegur adiknya (akhirnya kita wajib tahu namanya) ... Gomit, kau begitu ceroboh mengenai dapur. Gomit menyalahkan pada Kajri serta menegur kajri bahwa keasalahan itu merupakan kajri, yang telah menjadi ceroboh. Kajri tergagap serta sangat gugup. Maiyya bertanya lagi mengenai poha. Meethi, mencicipi gugup, menutupidan mengatakan itu terjadi pada waktu itu... . akan menjadi kesalahan. Pada waktu itu, sama telah terjadi dengan Anni juga serta itu rutin dipakai hanya dalam piring ... .aku akan memakannya. Maiyya menunjuk ok. Meethi tersenyum pada Kajri yang menangis. meethi mengambil gigitan lain serta Kajri pengumuman bahwa dirinya menggigit di atas batu yang lain. Meethi tidak menawarkan itu padanya, tapi dirinya melihat serta kedua saudaranya juga.
Maiyya komentar ... lihat, anak aku telah mendapat pasien tersebut serta sebagai istri yang toleran untuk dirinya sendiri. ejekan Gomti ke Kajri ... bahwa dirinya tidak ada gunanya. Kajri berangkat dari sana denga kecewa serta Meethi agak terkejut untuk melihat semua ini. Maiyya meminta meethi untuk semakin memakannya. Kedua saudara bersukacita melihat meethi kesakitan.

Jogi mengangkat Tapasya serta Rathore mendapat tandu. Rathore berteriak pada perawat untuk memanggil dokter ... .kami tidak punya waktu lagi. perawat meminta rathore untuk tetap hening sebab ini rumah sakit. rathore mengatakan ... .aku wajib tetap tenang? Apakah kau tahu siapa dia? Dia merupakan istri ku ... serta berhenti. Jika sesuatu terjadi padanya jadi aku akan membakar seluruh dunia. Jogi meminta rathore untuk menjadi kuat. Perawat meminta wardboy untuk mengambil pasien untuk operasi teater serta menginformasikan dokter masing-masing. Mereka membawanya ke PL serta semua berdiri di luar menantikan serta menangis untuk Tapasya.

Kajri memotong bawang di dapur serta menangis. Meethi datang berlari ke sana serta melihat kajri yang menangis serta berangkat ke padanya. meethi bilang ... kau merasa buruk? Kajri menyeka air matanya serta tersenyum. kajri mengatakan ... .tidak sama sekali. Meethi menanyakan kajri argumen dari air matanya. kajri mengatakan ... sebab aku sedang memotong bawang, itu sebabnya. Saya tidak mampu menahan tangis.
Meethi menjawab ... bohong. kau tahu ma aku juga terbiasa untuk menyembunyikan air matanya semacam ini. Haruskah aku bertanya sesuatu ... .Mengapa kita perempuan menyembunyikan air didik kita? meethi menggigit lidahnya & meminta maaf ... .kau Jethani ku. Kajri tersenyum ... .memanggil ku didi (adik). Kedengarannya sangat manis. Meethi mendapat bahagia ... benar-benar? Kemudian kami berdua merupakan saudara. Ayo Aku akan menolong mu. Kajri menolaknya tapi Meethi bersikeras ... meskipun aku tidak tahu apa-apa mengenai semua ini, namun apabila kau akan mengajarkan ku jadi aku akan belajar semacam ini. aku belajar untuk menggunakan saree juga ... serta kali ini juga dalam faktor apa saja.
Kajri tersenyum mendengar meethi & berkomentar ... hingga kini muhdikhayi mu belum dilakukan, bagaimana aku mampu membiarkan mu bekerja? kajri menempatkan kala teeka pada Meethi untuk membuang semua mata yang jahat. Meethi kebanggaan bahwa kajri sangat baik serta manis juga, tapi kenapa kau tetap begitu tenang?

Kajri mengatakan ... .inilah tradisi rumah ini ... bahwa menantu-berdiri dengan kepala tertunduk. Meethi kaget. Kajri meminta maaf mengenai sarapan. Meethi mengatakan kepadanya untuk melupakannya semacam yang terjadi di kali.

Meethi bertanya terhadap kajri soal berangkat keluar alias sesuatu (maaf, video yang berubah). Kajri menjawab ... aku tidak mampu berangkat keluar ke mana pun serta tidak mampu berbuat apa-apa tanpa persetujuannya (Nirbhaya ini). Meethi mempertanyakan serta kajri menjawab nya telah 8 bulan namun aku tidak berangkat keluar atas kemauan ku sendiri. Ini tradisi rumah ini. Kami bergerak sesuai dengan suami ya alias tidak.

pertanyaan Meethi tipe tradisi apa ini. aku akan berkata dengan Wisnu mengenai faktor ini serta merubah tradisi ini. Kami juga wajib mempunyai hak untuk datang serta berangkat semacam kami mempersilahkan mereka ... kemudian mengucapkan selamat kita akan berangkat bersama-sama. Kajri kebanggaan bahwa meethi merupakan semacam namanya ... Meethi (manis).

Pavitra masuk dengan 2 ember air serta mengatakan aku lelah seusai memperoleh air. pavitra mengatakan Meethi bahwa kau mampu mandi kini ... Jika nanti aku meninggalkannya di kamar mu ? meethi mengatakan tidak, aku akan mengambilnya sendiri. Pavitra tersenyum padanya serta kemudian pavitra melihat Kajri. pavitra mengatakan kepadanya untuk mengambilnya. Kajri buru-buru mengatakan ya serta mengambil ember serta peergi. Meethi berangkat seusai kajri. Pavitra mengatakan ... ini devrani Jethani menjadi kawan sekarang. aku wajib mengingatkan jijiya badi. Ketika 2 orang yang lemah datang bersama-sama, mereka menjadi kuat.

Keluarga Thakur semuanya berada di koridor rumah sakit ... menantikan mati-matian untuk mendengar berita dari dokter. Mukta menangis & mengatakan terhadap Rathore ... .papa, selamatkan maa. Tolong perbuat sesuatu. Aku tidak mampu tinggal tanpa maa papa. Rathore menyeka air matanya ketika dirinya semakin menyalahkan dirinya sendiri bahwa ini semua salahku ... .ini semua sebab aku.
Rathore meminta mukta untuk tidak berpikir alias mengatakan semacam itu.

mukta mengatakan ... .aku berjumpa maa semenjak kemarin hari ... serta tidak mampu berkata dengannya juga. Rathore mencoba untuk menenangkan dirinya ketika perawat keluar dari ruang operasi.
Divya bergegas dirinya & bertanya bagaimana Tapasya sekarang? Perawat menjawab bahwa kondisinya tidak baik ... kita wajib melakukan operasi secepatnya. Semua merasa hancur mendengarnya. perawat memberitahu mereka bahwa dokter datang & berangkat dari sana.

Divya pingsan serta Jogi memegang diviya, Semua bergegas untuk menolong jogi & Rathore berangkat untuk mengambil air. Damini taburan air pada dirinya serta dirinya menangis ditenangkan ... suka. Tidak aka nada yang terjadi terhadap putri kami. Semua menghiburnya serta Rathore berdiri di aspek ... tampak sangat kecewa serta tidak berdaya. Dokter mengawali operasi pada tapasya seusai meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja.

Nani menangis serta mengatakan ... .tidak mengerti ini bukan kesalahan Tapasaya. Tapasya telah melakukan tidak sedikit faktor untuk Iccha serta apa yang tapasya dapatkan sebagai imbalan. Mengapa tidak ada satu dari keluarga Bundela yang datang untuk menyelamatkannya? Kenapa tidak?
nani melihat Damini (marah) serta menanyakan padanya di mana putri mu. Mengapa dirinya tidak di sini? aku peringatkan Damini, apabila terjadi sesuatu terhadap Tapasya jadi aku tidak akan sempat memaafkan icha.
Jogi meminta nani untuk berhenti. kau berada di sana benar ... kau melihat serta mendengar segala segalanya sendiri. Dan kau tetap mengatakan semacam ini? kau tahu bahwa apabila Tapasya tidak datang untuk menyelamatkan Mukta, jadi Iccha akan berada di sini. Dan kau bertanya-tanya mengapa Veer & Iccha tidak di sini ... mereka akan datang tentu serta mengapa mereka ingin datang. Tidak ada yang wajib disalahkan untuk ini ... satu sama lain.

Mukta rugi ... ini semua salahku. Ini semua terjadi sebab aku. Aku tidak memberi siapa pun apa-apa kecuali rasa sakit. Aku wajib mati. Rathore memeluk serta mencoba untuk menenangkannya. Semua menjadi kecewa ketika mukta mengatakan semacam ini.

Rathore mengatakan Mukta jangan mengatakan apa-apa semacam itu. mukta bertanya terhadap Damini apakah ma dirinya akan baik-baik saja.

Damini datang padanya serta menyeka air matanya. Damini mengatakan ... jangan mengatakan alias berpikir semacam itu. Ini merupakan waktu ketika kita semua wajib mempunyai kekuatan serta berdoa terhadap Tuhan untuk perbaikan Tapasya. Rathore berdiri sendiri di aspek ... merasa hancur serta Jogi yang mencoba menghibur Divya.

Damini memeluk Mukta serta mengatakan ... .tidak akan terjadi pada ma mu. Aku tahu bayi ji ... dirinya akan bertarung dengan kematian juga serta akan datang kembali. tapasya sangat kuat ... tapasya tidak sempat untuk kehilangan harapan. Berakhir pada wajah khawatir Mukta ini ... .ma ko kuch nahi Hoga na?
Sinopsis Uttaran lumayan sekian, terima kasih telah menyimak mengenai sinopsis uttaran ini yakni kisah dua sahabat sejati dari kecil hingga dewasa. Dan silahkan tunggu Sinopsis Uttaran Episode 187 (ANTV)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »